KAB.BOGOR, Kompas88News.com – Polres Bogor mengadakan Press Release terkait penyerangan di Korp Brimob Cikeas, Diselenggarakan di Aula Sanika Satyawada pada Minggu (31/08/2025) malam.
Kapolres Bogor mengatakan bahwa,”Pada kesempatan malam hari ini kami Bersama rekan-rekan dari Korem, Kodim, terkait dugaan provokasi dan rencana penyerangan terhadap Mako satlate Brimob Cikeas yang terjadi tadi malam. Tadi malam pada hari Sabtu tanggal 30 Agustus 2025 dari sore hingga malam hari itu ditemukan seruan melalui pamflet yang beredar di media sosial. Adapun di dalam keseruan tersebut isinya adalah provokasi terkait ajakan untuk melakukan aksi penyerangan ke markas Brimob yang ada di Cikeas. Salah satu ajakannya adalah untuk menghilangkan nyawa anggota Brimob yang ada di Mako Brimob Cikeas, selanjutnya tadi malam dari personel itu sendiri melakukan kegiatan pengamanan Marco dan juga melakukan kegiatan patroli dan berhasil mengamankan 17 orang terduga pelaku yang melakukan provokasi dan ajakan untuk menyerang Mako Brimob,” tutur AKBP Wikha Ardilestanto kepada Awak Media.
Selsnjutnya, Wikha mengatakan, Adapun setelah dilaksanakan Penyelidikan dan pendalaman terhadap 17 orang didapatkan hasil sementara bahwa ada empat orang. Pertama adalah saudara M yang bersangkutan ktp-nya KTP Tangerang Selatan yang berperan sebagai penduga provokator dan pembawa senjata tajam. Kami sudah melakukan pengecekan terhadap handphone yang bersangkutan bahwa di dalam handphone bersangkutan ada pamflet sebaran-sebaran ajakan untuk melakukan penyerangan ke Mako. Selanjutnya pada saudara M juga ditemukan dua buah senjata tajam berupa pisau. Dengan ancaman maksimal kurungan penjara selama 10 tahun, ujarnya.
Kedua ada saudara AS KTP-nya KTP Bogor yang berperan menjadi pembawa materi hasutan terhadap saudara AS terdapat barang bukti berupa poster selebaran yang dipersiapkan untuk ditempelkan di sekitaran dan ini dipakai untuk memprovokasi untuk mengajak masyarakat atau rekan-rekan lain agar ikut menyerang Brimob. Terhadap yang bersangkutan disangkakan dugaan tindakan pidana kurungan 6 tahun.
Ketiga saudara RP untuk KTP-nya sendiri dari Bogor di Cikeas yang berperan menjadi pembawa bahan bakar. Rekan-rekan bisa lihat sendiri yang bersangkutan sudah menyiapkan satu botol berisi pertamax yang akan digunakan untuk melakukan pembakaran terhadap Brimob Cikeas. Yang bersangkutan disangkakan pasal percobaan tindak pidana pembakaran, dengan ancaman maksimal 12 tahun.
Keempat dari saudara BS ini berperan beliau mengirimkan pesan di grup WA dengan kata-kata provokasi, salah satunya ayo bunuh saja Polisinya biar gak usah hidup lagi dan juga menyebar pamflet-pamflet melalui handphone yang bersangkutan. Terhadap keempat orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan kepada 13 orang lainnya masih masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Kenapa yang 4 orang ini saya rilis dulu malam ini karena dari salah satu dari keempat orang yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka ini yaitu saudara M. Pada saat saudara M ini tertangkap oleh personel dari satelit Brimob Cikeas yang bersangkutan membuat pengakuan yang direkam di media sosial bahwa yang bersangkutan ini diperintahkan oleh saudara B yang merupakan anak dari personel TNI yang bertugas di Jakarta untuk melakukan penyerangan terhadap Mako Brimob.
Dari pendalaman dan konfrontasi dari kedua belah pihak ternyata apa yang disampaikan oleh saudara M yang sudah di videokan dan viral di beberapa platform media sosial itu adalah hal yang tidak benar jadi dapat disimpulkan bahwa niat untuk menyerang Markas Brimob Cikeas itu murni atas inisiatif dari saudara M sendiri. Setelah menerima pesan berantai dan bukan atas perintah dari saudara B yang merupakan anak dari personel TNI tersebut. Adapun saudara M sengaja menyebut nama saudara B dengan harapan akan mendapatkan perlindungan dengan harapan agar folder Brimob yang menangkap akan melepas yang bersangkutan, papar Kapolres Bogor.
Karena beberapa kali ternyata saudara M ini sering memakai nama saudara B beserta orang tuanya yang anggota TNI. apabila yang bersangkutan terkena tilang atau terkena kasus hukum lainnya jalan keluar atau jalur keluarnya adalah menggunakan atau mencatut nama dari Ayahanda saudara B jadi pada kesempatan malam ini kami sampaikan bahwa video yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa perintah penyerangan Brimob Cikeas atas perintah dari saudara PE yang merupakan putra dari anak dari anggota TNI adalah hal yang sama sekali tidak benar.
Dan kami sudah sampaikan kepada seluruh pihak untuk jangan terpancing, dan jangan mudah di adu domba. Saya menyampaikan harapan kepada seluruh masyarakat terutama masyarakat dari Kabupaten Bogor. Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita-berita yang masih belum bisa dibuktikan kebenarannya atau bahkan berita hoax yang saat ini menimbulkan keresahan masyarakat. dalam kesempatan ini saya juga menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor didukung penuh oleh TNI Polri dan segenap elemen masyarakat lainnya kami memastikan bahwa Bogor tetap Solid dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Orang yang diamankan Ini sementara untuk proses pemeriksaannya masih lanjut terus karena memang clusternya ada mungkin satu dua orang yang berkumpul di satu grup dan di situ terdapat ajakan dan provokasi 3 dan 4 orang karena dari 17 ini memang tidak satu kelompok. Ada yang ditangkap berempat dan ada yang ditangkap bertiga, ada yang berdua Dan ini masih kami dalami terus. kami masih melaksanakan pemeriksaan secara mendalam sehingga nanti bisa di usut sampai ke akarnya siapa yang menhadi provokatornya,” tambah Wikha.
Dalam kegiatan pemeriksaan ini kami di backup penuh oleh Bareskrim Polri dan tadi pagi personel dari Direktorat tindak pidana umum Bareskrim dipimpin oleh direkturnya langsung Brigjen juandani beserta timnya sudah membackup Polres Bogor dalam melakukan pemeriksaan dan pendalaman. tambahan juga tadi yang masalah saudara B itu tadi sudah diproses baik akan konfrontasi kedua belah pihak. Kami juga sudah melakukan pengecekan dari handphone kedua belah pihak dan memang tidak ada keterlibatan jadi murni itu memang mencatut nama dari personil TNI isinya nyebar pamflet provokasi.
Masih 13 orang yang belum diperiksa dan itu masih didalami oleh tim dari Polres Bogor dan juga dari Bareskrim POLRI. Lebih lanjut akan kami sampaikan yang pasti malam ini kami fokus di kasus yang salah satu dari empat tersangka ini mencatut nama dari personil anggota Polri. Jadi kami menyampaikan bahwa TNI dan Polri Solid dan kami berkomitmen untuk terus menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif secara bersama-sama dan kami tidak mudah untuk di adu domba.
Kami bekerja sama dengan tim Bareskan Polri masih mencoba melakukan pemeriksaan secara lebih mendalam. Kemudian untuk saudara M & B itu tidak ada hubungan saudara namun hubungan kerja jadi saudara M itu adalah karyawannya.
Ditempat yang sama Intel Korem/SK mengatakan, “Intinya kami ingin memberikan klarifikasi bahwa video yang beredar yang dinyatakan oleh saudara M untuk memprovokasi ataupun dalam rangka ada penyerangan ke markas Mako Brimob Cikeas yang bahasanya di sana melibatkan atau perintah dari TNI itu tidak benar. jadi sekali lagi kami menyampaikan bahwa video yang beredar yang dinyatakan oleh saudara M terkait rencana penyerangan Markas Brimob di Cikeas yang melibatkan instansi TNI itu tidak benar,” ucap Kol Inf. Syafrinaldi.
“Jadi tidak ada sama sekali TNI terlibat di situ, Itu poin yang utama yang ingin kami klarifikasi. Kami di sini menghimbau TNI Polri khususnya di wilayah Bogor kami masih tetap solid dan kita juga berharap masyarakat jangan mau atau jangan mudah mendengar berita-berita hoax yang bisa memprovokasi termasuk di situ juga ada provokasi terhadap TNI dan Polri, jadi kami menyatakan kami masih Solid,” kata Kasi Intel Korem/SK Kol Inf. Syafrinaldi.
Rencana besok pagi kita melaksanakan beberapa kegiatan gabungan salah satunya adalah patroli skala besar yang diikutin baik dari personil Polri, TNI, Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan patroli skala besar menggelar kekuatan secara besar sebagai komitmen dari kami untuk memberikan perlindungan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat Kabupaten Bogor dan juga masyarakat bekerjasama untuk menjaga kamtibmas kondusif. Karena kolaborasi ini menjadi kunci agar situasi Kamtibmas di wilayah Bogor tetap terjaga. Kami dari TNI Polri juga siap menjalankan perintah dari Bapak Presiden untuk tidak ragu-ragu mengambil langkah terukur dan tegas terhadap para pelanggar hukum.
Reporter : (Asm)
Editor : Red







