KAB.BOGOR, Kompas88News.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menyelenggarakan Hari Anak Nasional Ke-13 Tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2025. Dihadiri oleh Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, Kadis DP3AP2KB Ir.Sussy Rahayu Agustini, M.Si, Kementrian DP3AP2KB yang mewakili, dan kurang lebih 250 siswa dari Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Sukaraja. Diselenggarakan di Gedung Tegar Beriman Pemda Kabupaten Bogor. Jum’at (8/08/2025).
Kepala Dinas DP3AP2KB (Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) saat diwawancarai Media mengatakan bahwa, “Kegiatan Hari Anak Nasional dilaksanakan di tingkat Provinsi dan Kabupaten, ini merupakan kegiatan-kegiatan seperti yang dilaksanakan di RSUD
dengan perhatian pemberian makanan kepada anak-anak pasien, memberikan edukasi kepada anak-anak, setelah sekolah kita melakukan senam dan juga beberapa permainan tradisional, kemudian menayangkan film tentang anak-anak di Kamboja,” tutur Ir.Sussy Rahayu Agustini, M.Si.
Selanjutnya, Sussy menyampaikan, Acaranya tadi menyampaikan permainan-permainan tradisional, dan pada prinsipnya anak-anak yaitu : yang pertama harus dirawat, kedua harus dijaga, dan ketiga harus disayangi. Hak-hak anak itu juga harus sehat, harus bahagia, tidak eksklusif artinya anak-anak yang difabel sekarang mereka juga harus bisa sekolah dan selalu merasakan seperti hal nya orang biasa, terangnya.
Kita punya forum anak Kabupaten Bogor yang tugasnya memberikan keuntungan, anak-anak yang kurang dari 18 tahun umurnya sudah memperoleh pembekalan dari kami tentang edukasi. Beberapa edukasi untuk para remaja misalnya : supaya jangan terjadi pernikahan dini, tidak terjadi pembullyan, dan bagaimana meningkatkan kepercayaan diri para remaja supaya tidak terpengaruh oleh Narkoba, tidak terjadi kekerasan dan juga informasi-informasi di dalam digital tentunya dengan sektornya masing-masing, tambahnya
“Alhamdulillah kita bisa berkolaborasi dengan beberapa pihak karena tidak ada di dalam rencana kami untuk memberikan sponsor. Saya berharap dengan adanya sosialisasi permainan tradisional kita harus lebih intensif lagi supaya permainan tradisional itu bisa tidak terlupakan. Dan bisa menjadi salah satu sarana kreatif anak untuk melatih otot dan saraf untuk anak-anak,” tutup Kadis DP3AP2KB.
Reporter : (Asm)
Editor : Red







