LEBAK BANTEN, Kompas88News.com – Ketegangan komunikasi antara Bupati dan Wakil Bupati Lebak baru-baru ini menjadi sorotan tajam berbagai pihak. Pernyataan Bupati Lebak yang menyinggung latar belakang Wakil Bupati dinilai bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan ancaman serius terhadap efektivitas tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di Kabupaten Lebak. Senin (30/03/2026).
Ancaman Efektivitas Pelayanan Publik Sesuai Prinsip effectiveness and efficiency dalam pemerintahan mewajibkan adanya sinergi mutlak antara kepala daerah dan wakilnya. Cekcok yang melibatkan sentimen masa lalu dikhawatirkan akan menghambat proses pengambilan keputusan strategis.
Fatur Rizal Nuralif Sekertaris DPC GMNI LEBAK menekankan bahwa rakyat tidak boleh menjadi korban dari ego politik. “Roda pemerintahan membutuhkan kerja tim, bukan panggung sindir-menyindir, setiap detik yang terbuang untuk konflik personal adalah kerugian bagi pelayanan publik dan pembangunan daerah,” ucapnya.
Dampak terhadap efektivitas pelayanan publik pada efektivitas roda pemerintahan. Dalam konsep Good Governance, sinergi antara kepala daerah dan wakilnya adalah mesin utama penggerak kebijakan.
Ketidak harmonisan di tingkat pimpinan daerah menciptakan stagnasi dalam pengambilan keputusan strategis yang membutuhkan persetujuan bersama.
Etika Publik dan Profesionalisme Birokrasi, salah satu pilar utama good governance adalah profesionalisme dan etika publik. Penggunaan kata-kata yang bersifat menyerang ranah personal di ruang publik dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap etika kepemimpinan.
DPC GMNI LEBAK mendesak agar kedua pemimpin daerah tersebut menghentikan polemik yang tidak produktif. Rakyat Lebak membutuhkan bukti nyata dari visi-misi pembangunan, bukan tontonan mengenai ego sektoral.
Rakyat membayar pajak untuk mendapatkan pelayanan yang efektif, bukan untuk melihat drama politik. Kami menuntut agar Bupati dan Wakil Bupati kembali pada komitmen profesional mereka sebagai pelayan publik yang solutif dan harmonis.
Lebih lanjut, Fatur Rizal Nuralif Sekertaris DPC GMNI LEBAK menyampaikan, “Good Governance” tidak mungkin tercapai tanpa adanya integritas dan komitmen para pemimpinnya untuk mengutamakan kepentingan publik di atas sentimen pribadi.Alih-alih menghabiskan energi untuk inovasi daerah, sumber daya komunikasi justru tersita untuk hal demikian, tambahnya.
Hentikan akrobat kata-kata yang memuakkan. Kembali bekerja secara sinergis atau akui secara terbuka bahwa anda berdua sudah tidak mampu memimpin Lebak dengan martabat.
Reporter : (Riyan Mks)
Editor : Red







